Budaya dalam Peristiwa

Matara membaca festival, tradisi, ritual, panggung, dan peristiwa budaya sebagai pengalaman hidup. Dari desa adat hingga ruang kota, dari pawai warga hingga festival dunia, setiap peristiwa menyimpan cara masyarakat merawat ingatan, tubuh, ruang, dan waktu.

Berita Budaya

Peristiwa budaya terus bergerak. Matara mencatat apa yang sedang terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana sebuah peristiwa memperoleh makna di tengah masyarakat.

Editorial

Matara adalah ruang baca peristiwa budaya Indonesia. Kami mencatat bagaimana festival, tradisi, ritual, panggung, kuliner, dan perayaan warga membentuk pengalaman kolektif di berbagai tempat. Yang dibaca bukan hanya acara sebagai agenda, tetapi bagaimana masyarakat hadir, mengingat, merayakan, dan menafsirkan kehidupannya melalui simbol, tubuh, rasa, suara, dan ruang bersama.
Dr. Deden Haerudin, M.Sn.
Tweet

Festival

Festival bukan hanya keramaian yang datang lalu selesai. Matara mengikuti peristiwa, tempat, masyarakat, serta ingatan yang bergerak di sekelilingnya.

Mengapa Tasikmalaya Masih Membuat Payung dengan Tangan?

Festival Kreasi Payung Geulis 2026 akan berlangsung pada 30–31 Oktober di Taman Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Di tengah payung buatan pabrik yang mudah ditemukan, para perajin masih mempertahankan keterampilan membuat…

Kampung Silat Majalengka: Ketika Amarah Belajar Menahan Diri

Festival Kampung Silat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Oktober di Desa Nagarakembang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Di tengah sawah terasering, para pesilat akan memperlihatkan keterampilan yang diwariskan selama…

Dewi Arimbi Turun ke Jalan Desa Bulak

Nasya Asyifatuzzahra tampil sebagai Dewi Arimbi dalam karnaval Mermule Buyut Banjar 2026 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bersama ogoh-ogoh Bima Werkudara, warga Wong Lor membawa kisah pewayangan ke tengah perayaan…

Tradisi & Ritual

Ada kebiasaan yang diwariskan, ada yang berubah, dan ada yang terus dilakukan tanpa banyak dipertanyakan. Matara membaca tradisi dan ritual melalui tindakan, benda, tubuh, ruang, serta orang-orang yang menjaganya tetap hidup.

Mengapa Warga Cirebon Mengarak Air ke Sungai?

Festival Budaya Cai Diraga 2026 menghidupkan tradisi Larung Cai di Ciledug, Kabupaten Cirebon. Air dari sembilan sumber dibawa menuju pertemuan dua sungai, menyimpan cerita tentang rasa syukur, ingatan banjir, dan…

Betawi Berjalan di Cilebut

Sore ini, 22 Agustus 2026, warga Pesona Cilebut 2, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, mulai memenuhi jalan untuk mengikuti pawai menuju malam puncak perayaan 17 Agustus. Merah-putih muncul di mana-mana, tetapi…

Panjat Pinang yang Tidak Ikut Pulang

Setiap Agustus, batang pinang kembali berdiri di lapangan kampung. Kulit batang dikupas, permukaannya dilicinkan, lalu hadiah digantung di bagian atas: sarung, mi instan, ember, kadang sepeda, kadang barang elektronik yang…

Cerita

Dari Aliran Sungai, Cai Diraga Membuka Jalan bagi Seniman

Bagi Cantika Ramadani, penari asal Ciledug, Kabupaten Cirebon, Festival Budaya Cai Diraga merupakan tempat bertemunya penghormatan terhadap air dan keinginan para seniman untuk terus berkarya. Seorang penari dapat berlatih selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan sebuah pertunjukan. Gerakan dihafalkan, irama dipelajari, dan kesalahan diperbaiki melalui pengulangan. Namun, kemampuan yang diperoleh melalui latihan…

Anak Bulak yang Selalu Menemukan Jalan untuk Menari

Nasya Asyifatuzzahra pernah meninggalkan sanggar karena sekolah, kesulitan menyesuaikan diri dengan jenis tarian baru, dan menghadapi keterbatasan untuk mengikuti lomba. Namun, perjalanan penari muda asal Indramayu itu justru membawanya kembali ke kampung untuk mengajarkan tari. Seorang siswi sekolah berasrama mendatangi pembimbingnya untuk meminta izin mengikuti lomba tari. Kesempatan mengikuti perlombaan…

Seribu Gandrung dan Godaan Menjadi yang Terbesar

Festival Gandrung Sewu 2026 menghadirkan 1.300 penari dalam pertunjukan malam di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. Di balik kemegahannya, ada cerita tentang kebanggaan, keinginan untuk diakui, dan tubuh-tubuh yang harus bergerak bersama. Seorang penari dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari gerakan yang kelak hanya berlangsung beberapa menit di hadapan penonton. Ia…

Pagi Ketika Manuk Banjar Membuka Jalan Karnaval

Pagi 18 Oktober 2026 di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, bergerak dengan suasana yang berbeda dari malam sebelumnya. Jika pentas seni menghadirkan panggung, lampu, dan giliran penampilan, pagi itu budaya turun ke jalan. Warga berkumpul di tepi rute karnaval, sementara para peserta bersiap dengan busana, rias, dan properti masing-masing….

Peristiwa

Manuk Banjar Masuk ke Perayaan HUT RI Desa Bulak

Manuk Banjar mulai hadir dalam kegiatan warga Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Tari yang dikembangkan bersama remaja desa itu kini masuk ke rangkaian perayaan HUT Republik Indonesia. Pada kegiatan jalan sehat, para penari tampil di hadapan anak-anak, remaja, orang tua, dan warga yang berkumpul di sekitar lokasi acara. Pertunjukan…

Fachri Helmanto Raih Doktor, IPOP Membaca Budaya Populer dalam Cerita Anak

Ujian terbuka promosi doktor Fachri Helmanto di Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta mempertemukan dunia anak dengan budaya populer yang mengisi kehidupan sehari-hari. Film, komik, gim, bacaan, makanan, figur populer, keluarga, sekolah, dan lingkungan lokal dibaca sebagai pengalaman yang dapat berpindah ke dalam cerita anak. Dalam ujian promosi doktor Program Doktor…

ISHEL 2026: Ketika Bahasa Mempertemukan Memori, Pantun, dan Pendidikan Berkelanjutan

ISHEL 2026 Sebanyak 197 peserta dari berbagai latar akademik berkumpul dalam ruang digital pada Senin, 13 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, 160 presenter membawa hasil penelitian, pengalaman pendidikan, dan pembacaan budaya ke dalam International Seminar on Humanity, Education, and Language atau ISHEL 2026. Program Magister dan Doktor Linguistik Terapan Sekolah…

Pawai Obor 1 Muharram 1448 H: Cahaya yang Membuka Waktu Baru

Malam 15 Juni 2026, selepas Isya, cahaya obor mulai bergerak di jalan kampung. Anak-anak berjalan dalam barisan, remaja mengatur jarak, orang tua mendampingi dari sisi jalan. Api kecil bergoyang mengikuti langkah, membentuk garis cahaya yang perlahan melintasi gelap. Pawai obor itu digelar untuk menyambut 1 Muharram 1448 H, awal tahun…

Panggung

Agenda Budaya

Beberapa peristiwa telah selesai dan menjadi cerita. Yang lain baru akan dimulai. Matara menghimpun agenda festival, pertunjukan, ritual, pameran, dan kegiatan budaya yang dapat dikunjungi atau diikuti.

Kirim Agenda Budaya

Matara membuka ruang bagi komunitas, sanggar, desa wisata, museum, galeri, kampus, panitia festival, dan pelaku budaya untuk mengirim agenda kegiatan.