Cerita adalah ruang untuk tulisan panjang, feature, profil, wawancara, esai foto, catatan perjalanan, dan kisah manusia di balik budaya. Kanal ini menelusuri pengalaman, ingatan, perubahan, serta cara masyarakat memberi makna pada peristiwa budaya.
Bagi Cantika Ramadani, penari asal Ciledug, Kabupaten Cirebon, Festival Budaya Cai Diraga merupakan tempat bertemunya penghormatan terhadap air dan keinginan para seniman untuk terus berkarya. Seorang penari dapat berlatih selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan sebuah pertunjukan. Gerakan dihafalkan, irama dipelajari, dan kesalahan diperbaiki melalui pengulangan. Namun, kemampuan yang diperoleh melalui latihan masih membutuhkan tempat untuk dipertunjukkan. Di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Festival Budaya Cai Diraga menjadi salah satu kesempatan bagi para seniman untuk mempertemukan hasil latihan dengan masyarakat. Cantika…
Nasya Asyifatuzzahra pernah meninggalkan sanggar karena sekolah, kesulitan menyesuaikan diri dengan jenis tarian baru, dan menghadapi keterbatasan untuk mengikuti lomba. Namun, perjalanan penari muda asal Indramayu itu justru membawanya kembali ke kampung untuk mengajarkan tari. Seorang siswi sekolah berasrama mendatangi pembimbingnya untuk meminta izin mengikuti lomba tari. Kesempatan mengikuti perlombaan memang terbatas, sementara kegiatan sekolah mempunyai aturan dan jadwal tersendiri. Namun, keinginannya untuk kembali tampil membuat ia memberanikan diri menyampaikan permintaan. Pembimbing yang biasa disapanya sister kemudian membantu membuka kesempatan…
Festival Gandrung Sewu 2026 menghadirkan 1.300 penari dalam pertunjukan malam di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. Di balik kemegahannya, ada cerita tentang kebanggaan, keinginan untuk diakui, dan tubuh-tubuh yang harus bergerak bersama. Seorang penari dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari gerakan yang kelak hanya berlangsung beberapa menit di hadapan penonton. Ia menghafal irama, mengatur langkah, memperbaiki posisi tangan, lalu mengulanginya. Ketika akhirnya mengenakan busana pertunjukan, ia mungkin ingin semua orang menyaksikan betapa baik dirinya menari. Keinginan semacam itu terdengar wajar. Setiap…
Pagi 18 Oktober 2026 di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, bergerak dengan suasana yang berbeda dari malam sebelumnya. Jika pentas seni menghadirkan panggung, lampu, dan giliran penampilan, pagi itu budaya turun ke jalan. Warga berkumpul di tepi rute karnaval, sementara para peserta bersiap dengan busana, rias, dan properti masing-masing. Di antara barisan yang mulai tersusun, Tari Manuk Banjar hadir sebagai pembuka suasana. Kostum resmi Tari Manuk Banjar tampak jelas melalui warna biru yang dikenakan para penari. Kebaya biru, selendang…
Malam 17 Oktober 2026, kawasan Situs Buyut Banjar di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menjadi tempat berkumpulnya para pelaku seni. Anak-anak sekolah, remaja, dan masyarakat memperoleh giliran untuk memperlihatkan keterampilan masing-masing. Tari Manuk Banjar mendapat urutan pertama dalam susunan Pentas Seni Mermule atau Unjungan Buyut Banjar 2026. Dari sebuah panggung di dekat situs yang akrab dengan kehidupan warga, perjalanan kesenian itu menemukan peristiwa baru. Ada lima nama yang tercantum sebagai penampil Tari Manuk Banjar malam itu, yakni Farah Diniyar,…
Ada sungai, stasiun, museum, mangga, makam, monyet, dan arak-arakan. Semuanya berada di sekitar Desa Bulak dan Jatibarang, tetapi pada awalnya tidak ada yang benar-benar menyerupai sebuah tari. Deden Haerudin dan Fachri Helmanto membaca ruang itu sedikit demi sedikit. Cimanuk membawa ingatan tentang aliran dan perjalanan. Stasiun Jatibarang memperlihatkan perlintasan manusia. Museum Bandar Cimanuk menyimpan jejak masa lalu. Mangga Gedong Gincu hadir dekat dengan kehidupan agraris masyarakat. Semakin banyak tanda ditemukan, semakin jelas pula bahwa Desa Bulak tidak kekurangan bahan untuk…