Tradisi Ritual memuat catatan tentang praktik budaya yang diwariskan, dihidupi, dan dimaknai lintas generasi. Kanal ini mencakup upacara adat, prosesi sakral, ritual alam, tradisi keluarga, pengetahuan lokal, simbol, pantangan, doa, serta cara masyarakat merawat hubungan dengan leluhur, lingkungan, dan komunitas.

Mengapa Warga Cirebon Mengarak Air ke Sungai?

  • Post published:
  • Reading time:6 mins read

Festival Budaya Cai Diraga 2026 menghidupkan tradisi Larung Cai di Ciledug, Kabupaten Cirebon. Air dari sembilan sumber dibawa menuju pertemuan dua sungai, menyimpan cerita tentang rasa syukur, ingatan banjir, dan hubungan manusia dengan alam. Air dari sembilan sumber mata air dikumpulkan untuk dibawa menuju sungai. Bagi orang yang terbiasa membuka keran setiap pagi, pekerjaan tersebut mungkin terasa ganjil. Sungai sudah mempunyai airnya sendiri. Mengapa masyarakat perlu membawa air dari tempat lain hanya untuk menyatukannya kembali dengan aliran sungai? Pertanyaan tersebut…

Betawi Berjalan di Cilebut

  • Post published:
  • Reading time:4 mins read

Sore ini, 22 Agustus 2026, warga Pesona Cilebut 2, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, mulai memenuhi jalan untuk mengikuti pawai menuju malam puncak perayaan 17 Agustus. Merah-putih muncul di mana-mana, tetapi di antara warna perayaan itu ada pemandangan lain yang menarik perhatian: Arif Hidayat mengenakan pakaian putih bergaya Betawi, sementara Omar, anaknya, berjalan dengan pakaian merah yang mudah mengingatkan orang pada gambaran jawara Betawi. Lokasinya membuat pemandangan itu terasa lebih menarik. Pawai berlangsung di Bogor, sementara pakaian yang dikenakan Arif dan…

Panjat Pinang yang Tidak Ikut Pulang

  • Post published:
  • Reading time:5 mins read

Setiap Agustus, batang pinang kembali berdiri di lapangan kampung. Kulit batang dikupas, permukaannya dilicinkan, lalu hadiah digantung di bagian atas: sarung, mi instan, ember, kadang sepeda, kadang barang elektronik yang membuat peserta lebih serius menengadah. Tidak lama kemudian, beberapa peserta mulai menyusun tubuh. Peserta yang paling kuat mengambil posisi di bawah. Peserta lain naik ke pundak, mencari pijakan, lalu mencoba meraih hadiah di puncak. Sorak terdengar ketika tangan hampir menyentuh hadiah, lalu berubah menjadi tawa ketika susunan tubuh melorot dan…

Juneteenth 2026: Ingatan Pembebasan yang Bergerak di Ruang Publik

  • Post published:
  • Reading time:4 mins read

Hari ini, Jumat 19 Juni 2026, Juneteenth dirayakan di berbagai kota di Amerika Serikat. Taman, jalan, museum, gereja, kampus, panggung musik, dan pusat komunitas menjadi ruang peringatan. Parade berjalan, musik dimainkan, keluarga berkumpul, makanan disajikan, seniman tampil, pelaku usaha membuka lapak, dan sejarah pembebasan kembali diucapkan di hadapan publik. Juneteenth berakar pada peristiwa 19 Juni 1865, ketika pasukan Union tiba di Galveston Bay, Texas, dan mengumumkan kebebasan bagi orang-orang yang masih diperbudak di Texas. National Museum of African American History…

Gebyar Batu Bara Bertanjak 2026: Lipatan Kain yang Membawa Ingatan Melayu

  • Post published:
  • Reading time:4 mins read

Di atas kepala, sehelai kain memperoleh kedudukannya. Tanjak dilipat, dibentuk, dikenakan, lalu dibawa masuk ke ruang perayaan. Di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, kain penutup kepala Melayu itu menjadi pusat dari sebuah festival budaya: Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026. Festival ini dijadwalkan berlangsung pada 10–16 September 2026. Indonesia Travel mencatat Gebyar Batu Bara Bertanjak sebagai festival budaya Melayu yang digelar untuk merayakan Hari Tanjak Sedunia dan memperkenalkan kekayaan tradisi Kabupaten Batu Bara. Rangkaiannya mencakup pawai tanjak, pertunjukan…

Pawai Obor 1 Muharram 1448 H: Cahaya yang Membuka Waktu Baru

  • Post published:
  • Reading time:3 mins read

Malam 15 Juni 2026, selepas Isya, cahaya obor mulai bergerak di jalan kampung. Anak-anak berjalan dalam barisan, remaja mengatur jarak, orang tua mendampingi dari sisi jalan. Api kecil bergoyang mengikuti langkah, membentuk garis cahaya yang perlahan melintasi gelap. Pawai obor itu digelar untuk menyambut 1 Muharram 1448 H, awal tahun baru dalam kalender Hijriah yang bertepatan dengan 16 Juni 2026. Dalam penanggalan Islam, hari baru mulai dirasakan sejak malam tiba. Setelah matahari terbenam, waktu bergeser; Maghrib membuka tanggal baru, lalu…

End of content

No more pages to load