Seribu Gandrung dan Godaan Menjadi yang Terbesar

  • Post published:
  • Reading time:7 mins read

Festival Gandrung Sewu 2026 menghadirkan 1.300 penari dalam pertunjukan malam di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. Di balik kemegahannya, ada cerita tentang kebanggaan, keinginan untuk diakui, dan tubuh-tubuh yang harus bergerak bersama. Seorang penari dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempelajari gerakan yang kelak hanya berlangsung beberapa menit di hadapan penonton. Ia menghafal irama, mengatur langkah, memperbaiki posisi tangan, lalu mengulanginya. Ketika akhirnya mengenakan busana pertunjukan, ia mungkin ingin semua orang menyaksikan betapa baik dirinya menari. Keinginan semacam itu terdengar wajar. Setiap…

Pagi Ketika Manuk Banjar Membuka Jalan Karnaval

  • Post published:
  • Reading time:5 mins read

Pagi 18 Oktober 2026 di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, bergerak dengan suasana yang berbeda dari malam sebelumnya. Jika pentas seni menghadirkan panggung, lampu, dan giliran penampilan, pagi itu budaya turun ke jalan. Warga berkumpul di tepi rute karnaval, sementara para peserta bersiap dengan busana, rias, dan properti masing-masing. Di antara barisan yang mulai tersusun, Tari Manuk Banjar hadir sebagai pembuka suasana. Kostum resmi Tari Manuk Banjar tampak jelas melalui warna biru yang dikenakan para penari. Kebaya biru, selendang…

Ketika Manuk Banjar Menjadi Milik Sekampung

  • Post published:
  • Reading time:5 mins read

Malam 17 Oktober 2026, kawasan Situs Buyut Banjar di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menjadi tempat berkumpulnya para pelaku seni. Anak-anak sekolah, remaja, dan masyarakat memperoleh giliran untuk memperlihatkan keterampilan masing-masing. Tari Manuk Banjar mendapat urutan pertama dalam susunan Pentas Seni Mermule atau Unjungan Buyut Banjar 2026. Dari sebuah panggung di dekat situs yang akrab dengan kehidupan warga, perjalanan kesenian itu menemukan peristiwa baru. Ada lima nama yang tercantum sebagai penampil Tari Manuk Banjar malam itu, yakni Farah Diniyar,…

End of content

No more pages to load