Panjat Pinang yang Tidak Ikut Pulang

  • Post published:
  • Reading time:5 mins read

Setiap Agustus, batang pinang kembali berdiri di lapangan kampung. Kulit batang dikupas, permukaannya dilicinkan, lalu hadiah digantung di bagian atas: sarung, mi instan, ember, kadang sepeda, kadang barang elektronik yang membuat peserta lebih serius menengadah. Tidak lama kemudian, beberapa peserta mulai menyusun tubuh. Peserta yang paling kuat mengambil posisi di bawah. Peserta lain naik ke pundak, mencari pijakan, lalu mencoba meraih hadiah di puncak. Sorak terdengar ketika tangan hampir menyentuh hadiah, lalu berubah menjadi tawa ketika susunan tubuh melorot dan…

End of content

No more pages to load